Manfaat Buah Kurma di Bulan Puasa

KURMA masuk sebagai salah satu bagian dari keluarga kelapa dan pinang yang dipercaya sudah dikembangkan sejak berabad-abad lalu. Proses pematangan kurma terdiri dari empat tingkat yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai kimri (buah mentah), khalal (buah muda, dengan tekstur renyah dan segar), rutab (buah matang dengan tekstur lunak), dan tamr (buah matang yang dikeringkan dengan bantuan matahari).
Kurma yang kita jumpai di Indonesia kebanyakan adalah kurma yang sudah berada dalam tingkat rutab dan tamr, dengan tekstur yang kering di bagian luar dan masih agak basah di bagian dalam. Selain dimakan sebagai buah, ternyata kurma dapat diolah menjadi beberapa jenis makanan seperti dalam masakan Tajines dari Maroko atau Kaak, semacam kue tradisional Arab. Kurma juga dibuat menjadi semacam selai yang disebut Ajwa. Bisa juga dibuat semacam madu untuk dicelup yang disebut sebagai Dib di Libia. Ada juga semacam sirup dari buah kurma yang dikenal dengan nama Jallab.



Selain untuk bahan makanan, kurma juga dapat diolah sebagai bahan pengobatan. Karena kandungan tanin yang tinggi, kurma dapat membantu proses pembersihan dalam jalur pencernaan. Dalam bentuk sirup, kurma akan sangat membantu untuk meredakan radang tenggorokan, flu bahkan meredakan demam dan beberapa keluhan lain. Penduduk Timur Tengah juga percaya bahwa kurma akan membantu melawan mabuk alkohol.

Dalam Hadist disebutkan, sebaiknya kita berbuka dengan tiga butir kurma. Hasilnya? Rasa kenyang yang lain dari biasanya dan juga bahkan rasa haus akan tertunda. Mengapa? Kandungan gizi kurma yang luar biasa yang terdiri dari karbohidrat dalam bentuk gula, mineral, serat dan vitamin yang dikandung oleh kurma akan memenuhi kebutuhan gizi kita dalam waktu yang relatif singkat setelah disantap. Apalagi untuk tubuh dan kondisi fisik yang mulai menurun sehabis puasa. Asupan gizi kurma akan sangat membantu!

Selanjutnya, Anda perlu mengetahui apa saja kandungan kurma yang bermanfaat bagi tubuh.

Satu butir kurma kaya akan energi dalam bentuk hidrat arang (6,1 g), serat, potasium (54,3 mg), dan cukup zat besi.

Satu dua butir kurma sudah cukup mengganti energi yang berkurang saat puasa. Berdasarkan Data Primer Penelitian Puasa dan Kesehatan 1994 (Puasa dan Kesehatan, Dr dr H Wahjoetomo), perubahan kadar gula darah sebelum dan saat berpuasa relatif kecil (tidak bermakna).

Potasium bermanfaat mengatasi kelelahan otot, juga menurunkan tekanan darah tinggi dan risiko stroke. Seratnya baik untuk mengatasi sembelit. Tekstur serat pada kurma cukup halus, aman untuk lambung sensitif atau radang usus.

Kombinasi zat besi dan hidrat arang baik bagi penderita anemia dan lesu kronis.rotene), nicotinamide, asam pantotenat dan vitamin B6. Lengkap bukan? Para peneliti di University of Scranton menambahkan, kurma juga memiliki konsentrasi polyphenol tertinggi dibanding buah-buahan kering lainnya. Sebagai antioksidan, polyphenol berperan bagi kekebalan tubuh terhadap infeksi dan serangan penyakit.

Pendek kata, kurma akan memberikan manfaat yang luar biasa bagi tubuh kita, apalagi pada saat berpuasa. Pada saat berbuka, kandungan gula sederhana berupa fruktosa dan glukosanya akan dapat segera diubah tubuh menjadi energi untuk melanjutkan kegiatan shalat tarawih dan kegiatan lain sebelum makan. Kandungan zat besi yang ada di dalam kurma juga akan membuat tubuh kita cepat melupakan rasa lelah yang menyerang.

Ketiduran sampai tidak sempat memasak makanan sahur? Atau waktu yang ada sangat sempit untuk sahur? Solusi tercepatnya adalah dengan makan kurma! Kandungan gizi yang lengkap serta kalori yang cukup akan membantu kita selama berpuasa!



(Genie/Genie/tty)
Sumber: www.lifestyle.okezone.com

0 komentar:

Poskan Komentar